Taruna al Qu’ran, Mahad Tahfidz Gratis Seratus Persen

Bingung mencari pesantren tahfidz? Di Jogjakarta, tepatnya di Jl. Lempongsari 4A Sariharjo, Ngaglik, Sleman, ada mahad tahfidz Taruna al Quran. Selain gratis penuh, pesantren yang didirikan alumnus Universitas Madinah, Umar Budiharjo ini boleh dibilang cukup bagus. Pasalnya, program tahfidz di Taruna ini bukan main-main. Lulus SMP sudah harus hafal 30 juz al Quran. Tidak hanya itu, santri juga dibebani hafal seratus lebih hadist pilihan.


“Alhamdulillah, program ini berjalan lancar,” kata Sekretaris Pesantren, Khalil Alfarahidy kepada hidayatullah.com di pesantrennya beberapa waktu lalu. Apa yang dikatakan putra pendiri pesantren ini bukan isapan jempol. Salah satu siswa MTs yang baru duduk di bangku kelas satu, Khairul Fuadi buktinya. Ia sudah hafal di atas lima juz. “Saya sudah hafal tujuh juz dan seratus hadist,” kata siswa asal Sumatera Barat ini.

Khalil menjelaskan, selama di MTs santri sudah difokuskan menghafal al Quran. “Tiap habis Asyar, Isyad, dan Subuh wajib hafal al Quran,” ujar alumnus Mahad Haram yang hafal 30 juz ini. Tiga kali dalam sehari, menurutnya, cukup kalau hanya untuk menuntaskan hafalan 30 juz. Sedangkan untuk jenjang Aliyah, santri difokuskan mempelajari ulumuddin (ilmu agama) yang lainnya.

“Di Aliyah, selain memantapkan hafalan, santri diajari ilmu agama seperti, fikih, usuhul fiqih, nahwu, faraid, dan lain sebagainya.

Pendidikan di Taruna al Quran dibilang komplit. Dari PAUD hingga Madrasah Aliyah. Untuk MTS dan MA pihak pesantren menggratiskan seluruh biaya santri. Tapi, jika ada yang mau membayar tetap dibolehkan.

Pembiayaan itu, kata Khalil, sekitar 50 persen berasal unit usaha pesantren, salah satunya travel haji dan umrah. Sisanya berasal dari muhsinin yang sedia membantu. Kini, ada sekitar 300 santri putra dan putri dan dengan sepuluh pengasuh lebih.

Di pesantren ini juga tidak melulu belajar agama. Buktinya ada lab bahasa Arab dan Inggris, lab komputer dan mesin jahit. “Diusahakan mereka lulus juga punya keterampilan,” ujar ustadz berusia 22 tahun dan telah menikah ini.*

0 komentar:

Poskan Komentar